Tampilkan postingan dengan label praktikum biologi kelas XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label praktikum biologi kelas XI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

PRAKTIKUM SEL HIDUP DAN SEL MATI

Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui struktur dari sel hidup dan sel mati.

Latar Belakang Permasalahan
Sel merupakan bagian penting penyusun makhluk hidup. Setiap makhluk hidup tersusun oleh sel-sel yang bentuk dan jumlahnya beraneka ragam. Sel-sel tersebut seperti halnya makhluk hidup juga mempunyai bagian-bagian yang menunjukkan kehidupan.
Pengetahuan tentang makhluk hidup haruslah memadai agar dapat memanfaatkan dan menggunakan makhluk hidup dengan baik. Pengetahuan dasar tentang makhluk hidup adalah dimulai dengan mengenal sel terlebih dahulu. Kita harus dapat membedakan antara sel mati dan sel hidup, serta dapat menjelaskan strukturnya masing-masing.

Dasar Teori
Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan. Secara struktural, tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel sehingga sel disebut satuan struktural makhluk hidup. Sebagai unit fungsional, di dalam sel berlangsung semua reaksi kimia dan berbagai proses hidup. Sehingga di dalam sel hidup terdapat organ-organ yang mendukung proses kehidupan, sedangkan pada sel mati tidak terdapat organ-organ tersebut. Sel mengandung materi genetik, yaitu materi penentu sifat-sifat makhluk hidup, dengan adanya materi genetik sifat makhluk hidup dapat diwariskan pada keturunannya. Sel makhluk hidup dapat berkembang biak melalui pembelahan sel. Pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun oleh sel-sel organisme bersel banyak. Organisme bersel satu mengadakan pembelahan sel secara amitosis, sedangkan sel-sel pada organisme multiseluler mengalami pembelahan secara mitosis.

Alat dan Bahan
§ Bawang merah
§ Gabus
§ Pinset
§ Silet
§ Air
§ Mikroskop
§ Gelas kimia

Cara Kerja
  1. Ambillah umbi lapis bawang merah dengan menggunakan pinset dan letakkan pada kaca benda yang sebelumnya diberi tetesan air. Kemudian ditutup dengan kaca penutup dan selanjutnya amati di bawah mikroskop.
  2. Buatlah irisan tipis gabus kemudian letakkan pada kaca benda dan amati di bawah mikroskop dengan memberi tetesan air sebelumnya.
  3. Gambarlah hasil pengamatan tersebut pada tabel.

Hasil Pengamatan
Objek Penelitian
Keterangan
Gambar
Umbi lapis
Terdapat ruang sel, memiliki inti sel (nukleus), memiliki sitoplasma.


Gabus
Bentuk persegi panjang yang merupakan ruang sel, tidak memiliki inti sel (nukleus).

Analisis Data
Dari data dan gambar hasil pengamatan di atas dapat dibedakan antara struktur sel hidup yang diamati dengan menggunakan selaput bawang merah dan sel mati yang diamati menggunakan gabus. Dapat dijelaskan bahwa setiap sel hidup masih mempunyai bagian-bagian penyusunnya, sedangkan sel mati tidak dan hanya berupa ruang sel yang kosong.

Kesimpulan
  1. Struktur sel hidup adalah ruang sel yang berisi nukleus, sitoplasma, dan antar selnya dibatasi oleh dinding sel.
  2. Struktur sel mati adalah ruang sel yang di dalamnya kosong karena organ-organ selnya telah mati dan mempunyai dinding sel untuk membatasi sel satu dengan sel yang lainnya.
untuk download file diatas dalam bentuk documen silahkan klik disini

    UJI BAHAN MAKANAN


    Tujuan
    Untuk menguji adanya kandungan karbohidrat,lemak dan protein dalam bahan makanan.
    Dasar Teori
    Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak,  ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin
    Makronutrien yang dibutuhkan manusia:

    1. Karbohidrat
    Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul,  karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut
    -Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
    • Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa.
    • Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen.
    Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:
    1. Sebagi penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
    2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
    3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
    2. Lemak
    Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.
    Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati.
    Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial
    Adapun fungsi lemak sebagai berikut :
    1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
    2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu
    3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
    4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah
    3. Protein
    Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.
    Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :
    1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
    2. Jumlah tiap macam asam amino
    3. Susunan asam amino dalam molekul protein
    Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.
    Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.
    Adapun fungsi protein, yaitu :
    1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
    2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
    3. Pembuat enzim dan hormone
    4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
    5. Pembentuk antibodi
    Alat dan Bahan
    • Tabung reaksi
    • Rak tabung
    • Gelas kimia
    • Kassa
    • Pembakar spiritus
    • Pipet
    • Korek api
    • Larutan A
    • Larutan B
    • Larutan C
    • Larutan D
    • Biuret
    • Lugol
    • Fehling A+B
    Cara Kerja
    Ujilah masing-masing Larutan A, B, C, dan D dengan reagent :
    • Biuret
    • Lugol
    • Fehling A+B
    Keterangan:
    • Penggunaan larutan A-D, ±1 cm darei dasar tabung reaksi
    • Penggunaan reagent antara 3-6 tetes
    • Penggunaan dengan fehling A+B harus dipanaskan
    • Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel
    Hasil Pengamatan
    Larutan
    Reagent
    Biuret
    Lugol
    Fehling A+B
    A
    biru
    biru kehitaman
    ungu ® ungu
    B
    biru
    biru
    biru ® orange
    C
    ungu
    bening
    ungu ® kuning
    D
    ungu
    kuning
    ungu ® jingga







    Pertanyaan
    1. Sebutkan bahan apa saja yang dapat diuji dengan reagent biuret, lugol, dan fehling A+B?
    Jawab:
    • Biuret: protein
    • Lugol: amilum
    • Fehling A+B: glukosa
    2. Sebutkan indicator perubahan warna yang timbul dalam percobaan uji bahan makanan/ bahan organic tertentu?
    Jawab:
    • Biuret: ungu
    • Lugol: biru kehitaman
    • Fehling A+B: orange/jingga
    3. Bahan organic/bahan makanan apa saja yang terdapat dalam larutan A-D?
    Jawab:
    • Larutan A : amilum
    • Larutan B : amilum, glukosa
    • Larutan C : protein
    • Larutan D : protein, glukosa
    Kesimpulan
    Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.
    Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi ungu hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.
    Jika bahan makanan diteesi larutan fehling A+B kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
    Dari percobaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
    • Larutan A mengandung amilum
    • Larutan B mengandung amilum dan glukosa
    • Larutan C mengandung protein
    • Larutan D mengandung Protein dan glukosa
    disadur dari http://vidtrie.wordpress.com/biologi-sma/praktikum-biologi/#comment-574